Artikel - Kesehatan Mental, Mengasuh Anak, Resiliensi - Naluri

Cara Berbicara dengan Orang yang Berniat Bunuh Diri - Naluri

Written by Naluri | 2024 Agu 28 08:59:00

Tema Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia 2024 yaitu “Changing the Narrative” mendorong semangat untuk mengurangi stigma dan kebisuan yang sering terkait dengan bunuh diri, dan justru mengajak orang berbicara secara terbuka dan saling mendukung.

Banyak anggota Naluri yang bertanya pada para pelatih kesehatan kami: “Apa yang harus kukatakan?”, “Bagaimana cara berbicara dengan orang berniat bunuh diri yang menutup diri?”, atau “Apa yang bisa kukatakan atau lakukan untuk mendorong mereka mencari bantuan?”.

Tidak mudah membahas percakapan ini dan mengetahui cara berbicara dengan orang yang berniat bunuh diri, dan banyak yang merasa kesulitan menentukan dari mana harus memulai.

Jika seseorang yang kamu kenal menunjukkan tanda-tanda keinginan untuk bunuh diri dan kamu ingin tahu cara berbicara dan apa yang harus dikatakan pada orang yang berniat bunuh diri secara efektif dan suportif, kami siap membantumu.

 

Mengapa membicarakan bunuh diri itu penting

Sebelum kami membagikan tips percakapan terbaik kami, pastikan untuk memahami pentingnya pencegahan bunuh diri.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 700.000 orang meninggal akibat bunuh diri setiap tahunnya di seluruh dunia. Di Asia Tenggara, Malaysia mencatat peningkatan kasus bunuh diri sebesar 10% pada tahun 2023 dibandingkan dengan tahun 2022; kasus bunuh diri di Indonesia juga meningkat dari tahun 2021 ke tahun 2022, dari 613 menjadi 826 kasus bunuh diri; angka bunuh diri di Thailand meningkat dari 6,64 per 100.000 orang pada tahun 2019 menjadi 7,97 per 100.000 orang pada tahun 2022. Dengan kondisi ini, semakin jelas terlihat bahwa pencegahan bunuh diri di Asia Tenggara menjadi semakin penting.

Meskipun tenaga kesehatan profesional dan layanan krisis kesehatan mental memegang peranan penting dalam mendukung mereka yang rentan bunuh diri, kita semua berperan penting dalam pencegahan bunuh diri, yaitu dengan memulai dan berbicara tentang bunuh diri. Berikut ini beberapa alasan mengapa percakapan ini penting:

  • Mematahkan stigma: Berbicara mengenai bunuh diri secara terbuka menjadi cara yang ampuh dalam mengurangi stigma seputar hal tersebut. Banyak orang takut meminta bantuan karena mereka takut dihakimi atau dipermalukan. Dengan membuka percakapan tentang bunuh diri, kita mematahkan tembok-tembok penghalang ini dan menciptakan ruang aman di mana orang-orang merasa nyaman untuk berbagi perjuangan mereka.
  • Memberi dukungan emosional: Mengetahui seseorang yang sangat peduli dengan kesejahteraan mereka bisa secara signifikan mengurangi risiko bunuh diri, membuat mereka merasa tidak terlalu merasa sendirian dan lebih dimengerti. Inilah sebabnya mengapa memahami apa yang harus dikatakan pada orang yang berniat bunuh diri sangatlah penting.
  • Kenali tanda-tanda peringatan: Berbicara tentang bunuh diri bisa membantumu mengenali tanda-tanda peringatan dan faktor risiko yang mungkin terlewatkan, seperti keputusasaan, menarik diri dari kegiatan sosial, atau perubahan perilaku yang drastis. Dengan mengenali tanda-tanda ini sejak dini, tindakan intervensi bisa dilakukan dan memberikan dukungan yang diperlukan sebelum terlambat.
  • Mendorong bantuan ahli: Percakapan tentang bunuh diri juga bisa termasuk memandu seseorang ke layanan dan dukungan yang tersedia, seperti layanan konseling, terapis, dan kelompok pendukung. Tahu ke mana harus mencari bantuan bisa membawa perbedaan besar dalam menemukan bantuan yang tepat.
  • Perkuat hubungan dan kepercayaan: Penelitian menemukan ketika seseorang merasa dirinya bebas membicarakan pikirannya tanpa takut dihakimi atau dikucilkan, maka hal ini akan memperkuat rasa percaya dan memperdalam hubungan. Kepercayaan ini menjadi jaring pengaman bagi seseorang yang mungkin tidak mendapatkan dukungan dan membuat mereka cenderung mencari bantuan di masa mendatang.

 

 

Bagaimana cara berbicara dengan orang yang berniat bunuh diri


Mempersiapkan percakapan

Sebelum memulai percakapan, penting sekali untuk mengetahui bagaimana cara mendekati topik tersebut secara efektif dan suportif. Berikut ini cara berbicara secara efektif dengan seseorang yang punya pikiran ingin bunuh diri:

  • Edukasi diri sendiri: Memahami tanda-tanda peringatan, seperti apa yang harus diamati dan cara menanggapinya, sangat membantu. Umumnya, tanda-tanda peringatan termasuk berbicara tentang keinginan bunuh diri, merasa putus asa, menarik diri dari pergaulan, dan mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem. Untuk informasi selengkapnya, inilah yang perlu kamu ketahui tentang bunuh diri. 
  • Siapkan lingkungan: Cari tempat yang tenang dan privat di mana kamu takkan diganggu, dan pastikan kamu punya cukup waktu untuk berbicara tanpa merasa terburu-buru. Lingkungan yang tepat bisa membuat orang merasa lebih nyaman dan bersedia untuk membuka diri. Sebagai contoh, kamu atau orang yang kamu ajak bicara mungkin akan merasa lebih nyaman melakukan percakapan di taman yang tenang ketimbang di kamar tidurnya.
  • Persiapkan diri secara mental dan emosional: Mempersiapkan diri secara mental dan emosional akan membantu kamu menangani percakapan secara sensitif dan suportif. Wajar jika kamu merasa gugup, namun ingatlah untuk melakukan pendekatan dengan empati dan keterbukaan. Tarik napas dalam-dalam terlebih dahulu dan tanamkan pada dirimu kalau tujuan utamamu ialah mendengarkan dan mendukung. Kami sudah menyiapkan panduan audio dalam menghilangkan rasa cemas untuk membantumu rileks dan menghilangkan kecemasan sebelum atau sesudah percakapan.

Memulai percakapan

Kini, karena kamu sudah mempersiapkan diri untuk melakukan percakapan, penting untuk tahu apa yang harus dikatakan dan apa yang tidak boleh dikatakan pada orang yang berniat bunuh diri. Ingat, kuncinya adalah bersikap tenang dan ingatkan dirimu sendiri bahwa tujuannya adalah untuk mendengarkan dan mendukung mereka.

  • Tunjukkan kepedulian: Beri tahu mereka betapa pentingnya kesehatan mereka bagimu. Ungkapan seperti “Kesehatanmu penting bagiku - aku di sini untuk mendengarkan dan mendukungmu” meyakinkan mereka bahwa mereka tidak sendirian dan kamu benar-benar peduli dengan perasaan dan situasi mereka.
  • Ajukan pertanyaan langsung: Meski mungkin terasa canggung, bertanya pada seseorang apakah ia merasa ingin bunuh diri atau berencana mengakhiri hidupnya adalah hal yang penting. Berbicara secara terbuka tentang bunuh diri akan mengurangi kecenderungan orang tersebut bertindak berdasarkan perasaannya karena hal ini menunjukkan kamu peduli dan tidak takut untuk mendiskusikan topik-topik yang sulit. 

Jika kamu tidak yakin pertanyaan langsung apa yang harus ditanyakan, berikut ini beberapa contohnya:

"Aku lihat kamu tampak sangat sedih akhir-akhir ini, dan aku sangat khawatir denganmu. Bisakah kita bicara mengenai apa yang sedang terjadi?"

“Kamu bilang kamu merasa putus asa beberapa hari yang lalu. Aku peduli padamu dan ingin memahamimu lebih dalam mengenai apa yang kamu rasakan.”

 

Menanggapi selama percakapan berlangsung

Penting juga untuk berhati-hati dengan apa yang harus dikatakan pada orang yang berniat bunuh diri saat menanggapi mereka selama percakapan:

  • Aktif mendengarkan: Mendengarkan secara aktif artinya sepenuhnya memperhatikan dan fokus pada apa yang mereka katakan tanpa merancang tanggapanmu saat mereka berbicara. Biarkan mereka menuntaskan pemikiran mereka tanpa interupsi untuk menunjukkan rasa menghargai dan peduli. Hal ini termasuk mengangguk, menjaga kontak mata, dan merefleksikan apa yang mereka katakan untuk membantu mereka merasa didengar, seperti “sepertinya kamu merasa sangat terbebani saat ini”.
  • Tunjukkan empati dan pengertian: Ungkapkan empati dengan menunjukkan kalau kamu memahami perasaan mereka tanpa menghakimi. Ungkapan seperti “Terdengar sangat sulit” atau “Aku ikut sedih kamu mengalami hal ini” mampu memvalidasi pengalaman mereka dan membuat mereka merasa tidak sendirian serta lebih dimengerti.
  • Ajukan pertanyaan terbuka: Mendorong seseorang untuk mengekspresikan diri mereka sepenuhnya menjadi kunci dalam memahami perasaan dan pengalaman mereka. Mengajukan pertanyaan terbuka akan mengajak percakapan yang lebih dalam dan lebih bermakna serta menunjukkan ketertarikanmu pada kesehatan mereka, seperti “Apa yang bisa aku lakukan untuk mendukungmu saat ini?” dan “Sejak kapan kamu merasa seperti ini?”.
  • Hindari memberi tanggapan berbahaya: Terkadang, terlepas dari niat baik kita, kita mungkin secara tidak sengaja malah membuat orang lain terluka. Cobalah untuk menghindari meremehkan perasaan mereka, menawarkan solusi instan, atau berasumsi. Pernyataan seperti “Tidak seburuk itu” atau “Berpikirlah positif” bisa terkesan meremehkan dan tidak membantu. Sebaliknya, beri mereka waktu untuk mengekspresikan diri mereka sepenuhnya dan dengarkan tanpa menyela.
  • Bersabar: Seringkali, orang mungkin tidak merasa aman atau siap untuk berbagi pikiran dan perasaan mereka. Sangat penting untuk tidak memaksa mereka melakukan percakapan yang tidak nyaman bagi mereka, karena hal ini bisa membuat mereka merasa tidak nyaman dan kehilangan kepercayaan. Sebaliknya, secara teratur berkunjung dan habiskan waktu bersama, meski tanpa percakapan. Kamu bisa menjaga suasana tetap terbuka dengan mengatakan, “Sepertinya kamu belum siap untuk berbagi apapun. Tidak apa-apa, aku ada di sini kapan pun kamu siap.” Hal ini akan meyakinkan mereka kalau perasaan mereka dihargai dan menciptakan ruang yang mendukung saat mereka siap untuk membuka diri.

 

Menawarkan dukungan

Begitu kamu meluangkan waktu untuk mendengarkan dan memahami perasaan mereka, menawarkan dukungan itu penting dan peran aktifmu yang terus-menerus bisa berdampak besar pada perjalanan mereka menuju pemulihan. Berikut ini cara Anda dapat memberikan dukungan yang bermakna dan efektif:

  • Sediakan sumber bantuan: Saat seseorang berada dalam kesulitan, menemukan sumber bantuan yang tersedia bisa terasa luar biasa. Bimbinganmu dalam mengarahkan mereka dan memberi informasi tentang layanan dukungan bukan hanya menenangkan, namun juga membantu mereka merasa didukung dan menguatkan mereka untuk mengambil langkah selanjutnya menuju pemulihan.

Untuk informasi selengkapnya tentang sumber bantuan ini, kamu bisa membaca Paket Sumber Bantuan Kesadaran dan Pencegahan Bunuh Diri dari Naluri. Ini meliputi rincian tentang saluran bantuan, pesan singkat, dan layanan dukungan yang tersedia sepanjang waktu.

  • Dorong bantuan ahli: Mencari bantuan ahli bisa menjadi langkah penting dalam pemulihan bagi banyak orang. Di Naluri, kami bangga menyediakan dukungan kesehatan mental profesional, seperti:
  • Sediakan dukungan berkelanjutan: Tawarkan dukungan berkelanjutan dan tetap berkomunikasi sesudah percakapan awal, seperti pemeriksaan rutin untuk membantu mereka merasa dihargai dan didukung. Pastikan mereka tahu kamu ada untuk mereka, bukan hanya saat ini, namun juga saat mereka melewati masa-masa sulit.

 

Merawat diri sendiri

Mendukung seseorang yang sedang berjuang melawan keinginan bunuh diri memang merupakan tindakan yang penuh kasih sayang dan sangat penting, namun juga bisa menguras emosi. Sangat penting untuk menyadari bahwa saat kamu memberikan dukungan penting bagi mereka, kamu juga harus menjaga kesehatanmu sendiri.

Dengan merawat diri sendiri, kamu memastikan bahwa kamu bisa terus mendampingi mereka dengan cara yang sehat dan berkelanjutan. Untuk panduan yang lebih terperinci tentang perawatan diri, termasuk strategi praktis dan wawasan teoretis, baca artikel kami tentang Teori Defisit Perawatan Diri dari Orem.

 

Kesimpulan

Berbicara tentang bunuh diri dengan seseorang yang berniat bunuh diri mungkin menakutkan, namun ini merupakan tindakan kepedulian mendalam yang benar-benar mampu menyelamatkan nyawa. Pada Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia ini, mari kita rangkul tema “Changing the Narrative” dengan mendobrak batasan kebisuan dan stigma serta memulai percakapan yang sulit ini.

Ingatlah, tujuan dari percakapan ini bukanlah memberi semua jawaban, melainkan menawarkan telinga yang bersedia mendengarkan, hati yang penuh kasih, dan dukungan praktis. Dengan mempelajari cara berbicara dengan orang yang ingin bunuh diri, kamu bisa memainkan peran penting dalam perjalanan mereka menuju pemulihan.

Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal punya keinginan untuk bunuh diri atau berisiko mengalami depresi, kecemasan, atau stres, tim Pelatih Kesehatan Mental Naluri kami siap untuk diajak berbicara melalui Aplikasi and Web Naluri, dan untuk konsultasi empat mata. Untuk dukungan yang lebih mendesak, saluran layanan 24 jam dan pesan singkat kami tersedia dalam berbagai bahasa dan gratis untuk semua.